Monthly Archives - September 2020

Pakar UGM: Pejabat Publik Mestinya Bisa Jadi Komunikator Utama untuk Komunikasi Kebijakan Publik, bukan Influencer

Jakarta, - Pengajar Departemen Ilmu Komunikasi UGM, Nyarwi Ahmad menolak anggapan bahwa aktor-aktor media sosial yang dikenal dengan sebutan influencer memegang peranan penting dalam komunikasi publik di era demokrasi digital. Dalam konteks demokrasi, ia menilai bahwa peran komunikasi publik seharusnya dijalankan oleh pejabat publik karena merekalah yang paling mengerti tentang kebijakan...

Read more...

Plus Minus Influencer Sebagai Komunikator Publik Pemerintah

BELUM lama ini, Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis temuan mengejutkan tentang adanya dana Rp90 miliar yang digunakan pemerintah sejak 2014 untuk pembiayaan influencer. Temuan itu juga secara tersirat mengindikasikan adanya peran buzzer yang secara sistematis bekerja untuk membentuk opini publik dengan cara-cara yang dianggap melanggar etika komunikasi dan demokrasi. Bagi masyarakat...

Read more...

Influencer Berisiko Sebarkan Hoaks dan Rusak Citra Lembaga Negara

IPS - Kemajuan teknologi informasi memunculkan aktor-aktor baru dalam panggung media sosial.Apa saja yang mereka utarakan dalam platform media sosial tertentu mendapatkan atensi dari pengikut yang jumlahnya relatif banyak.Tidak hanya itu, pandangan dari aktor-aktor tersebut seringkali menjadi referensi bagi pengikutnya.Belakangan mereka disebut dengan istilah influencer. Influencer bisa dari berbagai macam latar...

Read more...

Menyalahkan Presiden

BILA demokrasi didefinisikan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, kita semua hafal di dalam kepala. Itu sih definisi klise, kuno. Akan tetapi, tidak semua orang tahu defi nisi demokrasi ialah proses orangorang memilih seseorang yang kelak mereka salahkan. Filsuf Bertrand Russell merumuskan definisi demokrasi seperti itu. Presiden Amerika, Allan Trumbull,...

Read more...